Minggu, 28 Juni 2020

PERAWATAN BUKU UNTUK KUTU BUKU


Cara Merawat Buku yang Bisa Anda Lakukan Sekarang


1. Beli/dapatkan rak buku

Kunci pertama untuk merawat buku adalah anda harus punya tempat. Kalau tidak, buku akan rusak dengan cepat.Karena tidak ada tempat yang pasti, buku akan tercecer. Dan kalau tercecer, buku anda bisa kena cipratan kopi, dirusak anak, dan hal buruk lain yang bisa terjadi. Dan tempat paling bagus adalah dengan memakai rak atau lemari buku.
Desainnya tidak perlu unik, cukup seperti lemari biasa. Dan belilah rak buku yang kuat dan kokoh. Harganya berkisar ratusan ribu rupiah. Anda bisa langsung beli yang agak besar, karena seiring waktu buku yang terkumpul semakin banyak.
Uang saya tidak cukup, butuh waktu lama untuk menyisihkannya.
Ada beberapa cara :
1. Selagi menyisihkan uang, taruhlah buku di satu tempat - misalnya kamar anda.
2. Jika anda kreatif, carilah lemari atau rak apa saja yang sudah tidak terpakai. Lakukan sedikit modifikasi dan taruh buku anda disitu.
3. Carilah lemari atau rak bekas dari tetangga, teman, atau kenalan anda. Pastikan kuat dan kokoh.
Dengan 3 cara diatas anda tak perlu susah-susah menghabiskan uang.
2. Berikan sampul
Tips kedua ini terlihat remeh, tapi sangat penting. Beli sampul plastik buku yang bening, lalu tutupi buku dengannya. Jangan terlalu ketat atau longgar. Saya relatif jarang menyampuli buku, karena bagi saya sangat merepotkan. Malah kadang membuat buku rusak. Karena itu, jika anda seperti saya, jangan paksa untuk menyampuli buku anda - karena akan sia-sia.
Alternatifnya, carilah teman anda yang tangannya rapi dan minta bantuan.

3. Gunakan pembatas buku
Saya pribadi juga agak malas membatasi halaman buku. Biasanya langsung dilipat. Memang sih, dampaknya tidak akan terlalu besar. Tapi kalau mau buku anda terlihat benar-benar perfect, maka pakailah pembatas. Gunakanlah kertas yang agak keras sebagai pembatas.

4. Susun buku dengan cara berdiri


Description: menyusun buku dengan berdiri

Hal ini untuk menghindari kerusakan jilid buku dan cover-nya apabila ditumpuk. Hal ini bukan masalah besar bagi saya. Buktinya, buku ayah saya disusun bertumpuk tapi tetap bagus setelah belasan tahun. Jadi, bukanlah faktor yang amat besar.

5. Susun buku sesuai kategori
Jangan campur buku. Pisahkan sesuai kategorinya.
Hal ini berguna agar anda mudah mencari buku. Jadi, jika buku anda masih berantakan pengaturannya, atur ulang.
Contoh langkah mengkategorikan :

1.      Pisahkan buku menurut kategori, misalnya novel, komik, kumpulan cerpen, dan kumpulan puisi.
2.      Buat sub kategori (sb) pada setiap kategori. Misalnya komik sb-nya adalah Naruto, One Piece, dan Doraemon. Susunlah menurut sb tersebut.
3.      Kalau novel dan kumpulan cerpen bisa dipisahkan menurut genre, misalnya misteri, histori-fiksi, dsb. atau pengarangnya - tergatung selara dan kapasitas buku. Tapi kalau saya lebih suka untuk mengkategorikan menurut genre
4.      Jika ada buku berseri, susun dengan urut. Misalnya saya punya buku Tetralogi Buru. Saya akan susun dari kiri ke kanan : Buku 1, Buku 2, Buku 3, dan Buku 4.

6. Bersihkan dan cek ulang buku secara teratur
Keluarkan buku dari rak dan bersihkan dengan kain kering, kemonceng, atau alat kebersihan lain - hindari menggunakan alat yang basah.
Cek juga rak dan buku, apakah ada serangga, lubang, atau kerusakan lain. Untung menghindari serangga, anda bisa lihat pada tips selanjutnya.
Kedua hal diatas sebaiknya anda lakukan selama 1 atau 2 bulan sekali.

7. Jangan menekuk, melipat, atau mencorat-coret halaman buku
Saya pribadi tidak terlalu mempermasalahkan penekukan buku (untuk menandai halaman). Tapi penting juga untuk menjaga kualitas buku. Tapi janganlah melipat buku (melipat jadi dua). Karena tidak akan enak dilihat jika mau dibaca kembali. Apalagi mencorat-coret atau menggarisi. Hal tersebut akan sangat menganggu jika ada orang lain yang membaca. Jika memang diperlukan, catatlah di buku khusus catatan.


8. Taruh kamper pada rak buku untuk menghindari serangga

Salah satu hal paling merepotkan adalah jika buku anda termakan oleh serangga.
Oleh karena itu, ada beberapa tips untuk menghindarinya :
1. Beri kamper
2. Taruh biji lada putih dalam kain di dalam rak
3. Taruh arang dalam amplop di dalam rak
Pilih salah satu dari 3 cara diatas.

9. Beri cahaya yang cukup untuk membatasi ngengat


Taruhlah rak atau buku di dalam tempat yang memiliki cahaya yang cukup untuk membatasi ngengat.

Anda bisa membuka jendela kamar untuk membiarkan sinar matahari masuk. Tapi ya jangan terlalu ekstrim, misalnya tetap menyalakan lampu pada saat tidur. Hehehe.

Tapi jangan juga biarkan buku terkena sinar matahari langsung supaya buku tidak kuning dan bergelombang. Oleh karena itu cermatlah dalam mengatur pencahayaan di dalam kamar.


10. Jauhkan rak dari dinding


Setidaknya hindari kontak langsung dengan dinding. Supaya serangga tidak merambat.


11. Beri celah udara pada rak


Karena kelembaban adalah hal yang berbahaya bagi buku, maka solusinya adalah memberikan celah/ventilasi udara.

Selain itu, kalau anda punya AC bisa mengatur hal ini : kelembapan relatif 45-60 persen dengan temperatur 20-24 Celsius.

Tapi ya, tidak punya AC bukan masalah yang terlalu besar.


12. Hindari memfoto kopi buku


Hal ini termasuk yang paling saya hindari.

Karena memfoto kopi dapat merusak jilid buku dengan mudah.


13. Bersihkan tangan sebelum membaca buku





Ini tips yang simpel tapi banyak orang tidak mau melakukannya.

Padahal lemak dari makanan, atau zat-zat lain dapat membuat buku kuning dan merubah warnanya.

...Jadi selalu bersihkan tangan sebelum membaca buku.


14. Jangan jadikan buku sebagai pengganjal atau alas


Satu lagi tips simpel yang banyak orang malas melakukannya.



15. Catatlah buku jika dipinjam - buat perjanjian



Jangan meminjamkan buku anda dengan begitu mudah.

Maksud saya bukan pelit. Tapi untuk menjaga buku, sebisa mungkin buat perjanjian saat orang meminjam buku.

Misalnya :

1. Dia tidak boleh merusak buku
2. Jika hilang harus ganti dengan buku baru
3. Dan sebagainya.

Tentu saja bilang dengan tutur kata yang sopan. Bilang kalau anda tidak pelit, tapi hanya untuk kenyamanan bersama.


16. Hindari menyimpan buku di dalam kotak kardus atau rak kayu


Kardus dan kayu mengandung asam yang bisa membuat kertas menjadi kuning. Karena itu, usahakan memberi pembatas plastik atau bookend.


17. Jangan mencampur buku yang sudah terkena rayap/jamur dengan buku yang 'sehat'


Hal ini karena buku yang sudah terinfeksi bisa menular ke buku lain.

Karena itu selalu periksa buku anda setiap 1 atau 2 bulan. Dan segera pisahkan buku yang telah terkena rayap atau jamur di tempat khusus.


18. Jangan memberi pestisida pada buku

Jangan pernah melakukannya!

Serangga mungkin akan pergi jauh-jauh. Tapi buku dan mata anda akan rusak.


19. Perlakukan buku tua (langka) dengan khusus


Buku langka yang tua (berpuluh-puluh sampai ratusan tahun) memiliki cacat yang sering ditemukan.

Yaitu halaman yang sering menempel satu dengan yang lain.

Solusinya adalah dengan merendam kertas yang lengket di air selama setengah jam dan angin-anginkan sampai kering.



Sekian...


Bagaimana, mudah bukan? Merawat buku memang tidak susah. Yang penting anda punya komitmen. Anda bisa cari tips yang lain. Tapi asal tahu saja, saya sudah merangkum semua tips perawatan buku dari berbagai sumber yang ada.
Jadi seperti biasa, jangan lupa share post ini di media sosial (ada tombolnya disamping kiri) untuk membantu teman-teman lain yang mau merawat buku. Atau kalau anda punya cara lain, silahkan berbagi melalui kotak komentar. Thanks!


Kamis, 25 Juni 2020

Cerpen "PLAT MOTOR"

PLAT MOTOR
OLEH :  NABILAH SEPTIANINGSIH


Gedubraakk!!
“Aduh!” Aku memekik kesakitan saat tubuh dan sepedaku terjatuh tepat di tikungan jalan menuju rumahku. Sepeda motor yang kutabrak tadi juga terjatuh. Dua orang penumpangnya terhempas ke parit di pinggir jalan. Begitu kerasnya sepeda motor itu terjatuh sehingga plat motor di bagian depannya terlepas.
“Anak kecil, kalau naik sepeda jangan melamun dong!” omel penumpang motor sambil berdiri dan memungut helmnya yang sempat terlempar.
“Mata kamu dipakai dong!” timpal pengendara motor dengan kasar sembari berdiri. Ia berjalan ke arahku dengan gerakan seperti orang hendak memukul. Namun,temannya segera menahan tangan orang itu sambil menggelegkan kepala, melarang dia memukulku.
“Ma…maaf, Om…” kataku agak takut, sambil duduk memegangi lututku karena kecelakaan itu memang salahku. Aku mengayuh sepeda terlalu kencang sehingga tidak terlihat sepeda motor yang muncul tiba-tiba dari balik tikungan.
Tanpa berkata apa-apa lagi, kedua orang itu segera kembali melajukan sepeda motornya dengan kencang. Fuuuhhh….Aku menghela nafas lega. Aku berusaha berdiri sambil menahan sakit pada kedua lutut dan lenganku.
Tiba-tiba, mataku tertuju ke arah plat motor yang tergeletak di tengah jalan. Segera aku berbalik, hendak memanggil kembali kedua orang yang kutabrak tadi. Namun, motor itu sudah tidak tampak dari pandanganku. Akhirnya kuambil plat motor itu dan membuangnya ke bak sampah di tepi jalan.
Aku mengayuh kembali sepedaku pelan-pelan. Tangan dan kakiku masih sakit sekali. Untunglah rumahku sudah dekat dari tikungan tempat kecelakaan tadi. Setiba di rumah, Bunda tampak khawatir melihat lutut dan lenganku yang berdarah. Bunda segera mengobati lukaku sambil menasehatiku agar hati-hati.
Setelah itu aku menghabiskan sepanjang siang di depan televisi. Hoaaheeeem…Aku menguap. Semilir angin dari kipas angin menghembus tubuhku, membuat mataku terpejam, dan melupakan sejenak rasa sakit lukaku.
Entah sudah berapa lama aku tertidur saat kudengar suara Ayah dan Bunda. Mereka sedang serius bercakap di teras depan tentang perampokan. Samar-samar aku menangkap pembicaraan mereka. Rumah pak Teguh, tetangga sebelah rumah, dimasuki perampok tadi siang. Rumahnya acak-acakan. Uangnya hilang dari lemari kamarnya. Istri pak Teguh terluka parah karena ulah perampok.
Hah? Terluka parah? Aku segera duduk tegak di sofa. Terbayang olehku hal-hal menyeramkan seperti yang sering aku lihat di berita kriminal di televisi. Sayup-sayup aku mendengar Ayah berkata bahwa polisi menduga perampoknya berjumlah dua orang. Mereka melarikan diri dengan motor, karena ada saksi mata yang melihat motor itu melaju kencang keluar dari kompleks perumahan siang tadi.
Deg! Jantungku berdebar kencang. Sepeda motor? Mungkinkah….Secepat kilat aku berlari. Tak kuhiraukan teguran Ayah dan Bunda saat aku berlari melewati mereka di teras depan. Aku terus saja mempercepat lariku, seolah lupa rasa sakit di lutut kaki dan lenganku. Sekilas, kulihat mobil polisi dan ambulans yang terparkir di depan rumah pak hari
Sesampai di tikungan jalan, aku menghampiri bak sampah, dan mulai mencari. Itu dia! Plat Motor itu! Untunglah benda itu masih berada di tempat di aku membuangnya tadi!
Aku segera menunjukkan benda tersebut kepada Ayah dan menceritakan kejadian siang tadi. Ayah tercengang mendengar kisahku. Setelah itu, Ayah mengantarku menuju petugas polisi yang masih berada di rumah Pak Teguh. Oleh Pak Polisi, aku diminta menceritakan kembali kejadian itu dan ciri-ciri sepeda motor serta penumpangnya dengan cermat.
Keesokan harinya, sebuah mobil polisi berhenti di depan rumahku. Bapak-bapak polisi itu mengabarkan bahwa kondisi Istri Pak Teguh sudah membaik. Melalui mereka, Pak Teguh mengucapkan terima kasih dan memimta maaf karena belum sempat datang ke rumah kami. Ia harus menjaga istrinya di rumah sakit. Yang paling membuatku bahagia adalah para perampoknya sudah tertangkap. Berkat plat nomor yang kutemukan! Pak Polisi pun mengucapkan terima kasih kepadaku dan memujiku sebagai anak yang cerdas dan pandai! Aku senang sekali!.

Gedubraakk!!
“Aduh!” Aku memekik kesakitan saat tubuh dan sepedaku terjatuh tepat di tikungan jalan menuju rumahku. Sepeda motor yang kutabrak tadi juga terjatuh. Dua orang penumpangnya terhempas ke parit di pinggir jalan. Begitu kerasnya sepeda motor itu terjatuh sehingga plat motor di bagian depannya terlepas.
“Anak kecil, kalau naik sepeda jangan melamun dong!” omel penumpang motor sambil berdiri dan memungut helmnya yang sempat terlempar.
“Mata kamu dipakai dong!” timpal pengendara motor dengan kasar sembari berdiri. Ia berjalan ke arahku dengan gerakan seperti orang hendak memukul. Namun,temannya segera menahan tangan orang itu sambil menggelegkan kepala, melarang dia memukulku.
“Ma…maaf, Om…” kataku agak takut, sambil duduk memegangi lututku karena kecelakaan itu memang salahku. Aku mengayuh sepeda terlalu kencang sehingga tidak terlihat sepeda motor yang muncul tiba-tiba dari balik tikungan.
Tanpa berkata apa-apa lagi, kedua orang itu segera kembali melajukan sepeda motornya dengan kencang. Fuuuhhh….Aku menghela nafas lega. Aku berusaha berdiri sambil menahan sakit pada kedua lutut dan lenganku.
Tiba-tiba, mataku tertuju ke arah plat motor yang tergeletak di tengah jalan. Segera aku berbalik, hendak memanggil kembali kedua orang yang kutabrak tadi. Namun, motor itu sudah tidak tampak dari pandanganku. Akhirnya kuambil plat motor itu dan membuangnya ke bak sampah di tepi jalan.
Aku mengayuh kembali sepedaku pelan-pelan. Tangan dan kakiku masih sakit sekali. Untunglah rumahku sudah dekat dari tikungan tempat kecelakaan tadi. Setiba di rumah, Bunda tampak khawatir melihat lutut dan lenganku yang berdarah. Bunda segera mengobati lukaku sambil menasehatiku agar hati-hati.
Setelah itu aku menghabiskan sepanjang siang di depan televisi. Hoaaheeeem…Aku menguap. Semilir angin dari kipas angin menghembus tubuhku, membuat mataku terpejam, dan melupakan sejenak rasa sakit lukaku.
Entah sudah berapa lama aku tertidur saat kudengar suara Ayah dan Bunda. Mereka sedang serius bercakap di teras depan tentang perampokan. Samar-samar aku menangkap pembicaraan mereka. Rumah pak Teguh, tetangga sebelah rumah, dimasuki perampok tadi siang. Rumahnya acak-acakan. Uangnya hilang dari lemari kamarnya. Istri pak Teguh terluka parah karena ulah perampok.
Hah? Terluka parah? Aku segera duduk tegak di sofa. Terbayang olehku hal-hal menyeramkan seperti yang sering aku lihat di berita kriminal di televisi. Sayup-sayup aku mendengar Ayah berkata bahwa polisi menduga perampoknya berjumlah dua orang. Mereka melarikan diri dengan motor, karena ada saksi mata yang melihat motor itu melaju kencang keluar dari kompleks perumahan siang tadi.
Deg! Jantungku berdebar kencang. Sepeda motor? Mungkinkah….Secepat kilat aku berlari. Tak kuhiraukan teguran Ayah dan Bunda saat aku berlari melewati mereka di teras depan. Aku terus saja mempercepat lariku, seolah lupa rasa sakit di lutut kaki dan lenganku. Sekilas, kulihat mobil polisi dan ambulans yang terparkir di depan rumah pak hari
Sesampai di tikungan jalan, aku menghampiri bak sampah, dan mulai mencari. Itu dia! Plat Motor itu! Untunglah benda itu masih berada di tempat di aku membuangnya tadi!
Aku segera menunjukkan benda tersebut kepada Ayah dan menceritakan kejadian siang tadi. Ayah tercengang mendengar kisahku. Setelah itu, Ayah mengantarku menuju petugas polisi yang masih berada di rumah Pak Teguh. Oleh Pak Polisi, aku diminta menceritakan kembali kejadian itu dan ciri-ciri sepeda motor serta penumpangnya dengan cermat.
Keesokan harinya, sebuah mobil polisi berhenti di depan rumahku. Bapak-bapak polisi itu mengabarkan bahwa kondisi Istri Pak Teguh sudah membaik. Melalui mereka, Pak Teguh mengucapkan terima kasih dan memimta maaf karena belum sempat datang ke rumah kami. Ia harus menjaga istrinya di rumah sakit. Yang paling membuatku bahagia adalah para perampoknya sudah tertangkap. Berkat plat nomor yang kutemukan! Pak Polisi pun mengucapkan terima kasih kepadaku dan memujiku sebagai anak yang cerdas dan pandai! Aku senang sekali!.

Perpustakaan itu Indah

PERPUSTAKAAN IMPIAN

Dalam arti tradisional, perpustakaan adalah sebuah koleksi buku dan majalah. Walaupun dapat diartikan sebagai koleksi pribadi perseorangan, namun perpustakaan lebih umum dikenal sebagai sebuah koleksi besar yang dibiayai dan dioperasikan oleh sebuah kota atau institusi, serta dimanfaatkan oleh masyarakat yang rata-rata tidak mampu membeli sekian banyak buku dengan biaya sendiri.
Tetapi, dengan koleksi dan penemuan media baru selain buku untuk menyimpan informasi, banyak perpustakaan kini juga merupakan tempat penyimpanan dan/atau akses ke mapcetak atau hasil seni lainnya, mikrofilmmikrofichetape audioCDLPtape video dan DVD. Selain itu, perpustakaan juga menyediakan fasilitas umum untuk mengakses gudang data CD-ROM dan internet.
Perpustakaan dapat juga diartikan sebagai kumpulan informasi yang bersifat ilmu pengetahuan, hiburan, rekreasi, dan ibadah yang merupakan kebutuhan hakiki manusia.
Oleh karena itu perpustakaan modern telah didefinisikan kembali sebagai tempat untuk mengakses informasi dalam format apapun, apakah informasi itu disimpan dalam gedung perpustakaan tersebut ataupun tidak. Dalam perpustakaan modern ini selain kumpulan buku tercetak, sebagian buku dan koleksinya ada dalam perpustakaan digital (dalam bentuk data yang bisa diakses lewat jaringan komputer).
1. Peran Perpustakaan
Perpustakaan merupakan upaya untuk memelihara dan meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses belajar-mengajar. Perpustakaan yang terorganisasi secara baik dan sistematis, secara langsung ataupun tidak langsung dapat memberikan kemudahan bagi proses belajar mengajar di sekolah tempat perpustakaan tersebut berada. Hal ini, terkait dengan kemajuan bidang pendidikan dan dengan adanya perbaikan metode belajar-mengajar yang dirasakan tidak bisa dipisahkan dari masalah penyediaan fasilitas dan sarana pendidikan.[1]
Perpustakaan merupakan jantungnya dunia pendidikan karena berbagai macam informasi bisa kita dapatkan di perpustakaan
2. Tujuan perpustakaan adalah untuk membantu masyarakat dalam segala umur dengan memberikan kesempatan dengan dorongan melalui jasa pelayanan perpustakaan agar mereka:
  • Dapat mendidik dirinya sendiri secara berkesimbungan
  • Dapat tanggap dalam kemajuan pada berbagai lapangan ilmu pengetahuan, kehidupan sosial dan politik
  • Dapat memelihara kemerdekaan berfikir yang konstruktif untuk menjadi anggota keluarga dan masyarakat yang lebih baik
  • Dapat mengembangkan kemampuan berfikir kreatif, membina rohani dan dapat menggunakan kemampuannya untuk dapat menghargai hasil seni dan budaya manusia
  • Dapat meningkatkan taraf kehidupan sehari-hari dan lapangan pekerjaannya
  • Dapat menjadi warga negara yang baik dan dapat berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan nasional dan dalam membina saling pengertian antar bangsa
  • Dapat menggunakan waktu senggang dengan baik yang bermanfaat bagi kehidupan pribadi dan sosial.

3. Tujuan perpustakaan adalah untuk membantu masyarakat dalam segala umur dengan memberikan kesempatan dengan dorongan melalui jasa pelayanan perpustakaan agar mereka:
  • Dapat mendidik dirinya sendiri secara berkesimbungan
  • Dapat tanggap dalam kemajuan pada berbagai lapangan ilmu pengetahuan, kehidupan sosial dan politik
  • Dapat memelihara kemerdekaan berfikir yang konstruktif untuk menjadi anggota keluarga dan masyarakat yang lebih baik
  • Dapat mengembangkan kemampuan berfikir kreatif, membina rohani dan dapat menggunakan kemampuannya untuk dapat menghargai hasil seni dan budaya manusia
  • Dapat meningkatkan taraf kehidupan sehari-hari dan lapangan pekerjaannya
  • Dapat menjadi warga negara yang baik dan dapat berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan nasional dan dalam membina saling pengertian antar bangsa
  • Dapat menggunakan waktu senggang dengan baik yang bermanfaat bagi kehidupan pribadi dan sosial.

4. Perpustakaan dan bahan bacaan adalah dua kata yang saling bertautan. Karena di perpustakaanlah bahan pustaka dikumpulkan, diproses, dan disebarluaskan (didistribusikan) kepada para pembaca/pemakai perpustakaan. Adapun koleksi perpustakaan di negara kita sebagian besar berupa buku atau book material dan masih jarang perpustakaan yang memiliki koleksi berupa non-book material seperti film, kaset film strip, slides, piringan hitam, peta, globe, dan sebagainya.